Tahukah kamu bahwa menulis untuk mengekspresikan emosi dan pemikiran memiliki banyak manfaat? Ya, kegiatan tersebut bernama journaling, apakah kamu melakukannya?
Journaling meskipun hanya beberapa menit setiap hari bisa menjadi aktivitas untuk menghilangkan stres. Lebih dari itu, journaling juga bisa menjadi tempat untuk merencanakan masa depan.
Journaling bahkan direkomendasikan sebagai salah satu bentuk terapi oleh banyak psikolog. Melalui proses menuliskan pikiran dan perasaan, seseorang bisa menemukan sudut pandang yang baru serta solusi yang lebih bijaksana.
Apa Itu Journaling?
Journaling adalah aktivitas menulis yang biasanya dilakukan di buku harian pribadi ataupun jurnal catatan untuk mengekspresikan pemikiran, perasaan, hingga pengalaman pribadi.
Sejumlah orang ada yang menggunakan journaling untuk merencanakan, membuat tujuan, dan refleksi dari pekerjaan atau keperluan belajar.
Kamu bisa bebas mengutarakan apapun ketika journaling. Bahkan walaupun hanya sebuah coretan ataupun gambar, karena memang journaling tidak memiliki aturan baku.
Journaling sekarang bukan hanya bisa dilakukan secara fisik saja, karena banyak bermunculan aplikasi journaling yang bisa diakses dari desktop atau smartphone.
Manfaat Journaling
Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih harus melakukan journaling? Apa pentingnya journaling dalam kehidupan kita? Dapat dikatakan journaling penting karena ada berbagai manfaat yang bisa kita dapat dari melakukan journaling secara teratur, yaitu:
1. Memproses Emosi
Dalam berbagai penelitian menyatakan bahwa journaling sangat bermanfaat untuk kita dalam memproses dan meluapkan emosi. Lebih lanjut, journaling terutama dalam menuliskan perasaan kita bisa membantu untuk meregulasi emosi
Seperti yang ditemukan dalam meta-analisis dari Joshua Smyth (1998) yang menyatakan bahwa mengekspresikan perasaan dalam tulisan bisa membebaskan diri seorang dari emosi yang terlalu lama ditekan sehingga beban mental berkurang.
2. Meningkatkan Kebahagiaan
Menurut Tugade & Fredrickson (2004), journaling membantu meningkatkan kebahagiaan dengan menumbuhkan emosi positif dan rasa syukur, serta memperkuat resiliensi dengan membangun kemampuan pencarian makna dalam pengalaman hidup.
Lebih lanjut, menulis refleksi dengan perspektif positif dan penuh rasa syukur terhadap keberhasilan kecil, makna di balik peristiwa sulit, hingga kejadian di hari ini, dapat meningkatkan optimisme dalam hidup.
3. Mengurangi Gejala Depresi
Journaling pengalaman emosional terbukti membantu mengurangi gejala depresi. Studi Krpan dkk. (2013) menunjukkan bahwa menulis 20 menit per hari selama tiga hari berturut-turut menurunkan skor depresi pada penderita depresi berat, dan efeknya bertahan hingga 4 minggu.
4. Meningkatkan Mood
Journaling hal-hal positif juga berdampak kepada meningkatkan mood dengan mengurangi gejala kecemasan dan stres yang dialami, sehingga mengurangi rasa kewalahan yang membuat mood lebih baik.
Hal ini diketahui dari penelitian Penn State Social Science Research Institute (2018) yang dilakukan pada 70 orang dewasa dengan kondisi medis tertentu.
Dalam penelitian tersebut, 35 sampel melakukan journaling positif, sedangkan 35 sampel lainnya hanya mendapatkan perawatan medis seperti biasa. Hasilnya sampel yang melakukan journaling positif memiliki penurunan tekanan mental dan kecemasan setelah satu bulan.
5. Memperkuat Sistem Imun
Selain bermanfaat bagi kesehatan mental, journaling juga dapat meningkatkan sistem imun karena beban psikologis dari penekanan emosi (inhibisi). Karena, penekanan emosi bisa menimbulkan stress load yang dapat melemahkan sistem imun.
Lebih lanjut, penelitian dari Pennebaker & Beall (1986) menunjukkan bahwa menulis tentang pengalaman traumatis selama 4 hari berturut-turut membuat partisipan lebih jarang sakit dan lebih sedikit berkunjung ke pusat kesehatan hingga 6 bulan setelahnya.
Manual Journaling vs Digital Journaling, Mana yang Paling Terbaik?
Manfaat dari journaling banyak bukan? Nah, sekarang, sudah waktunya kita melakukan journaling! Tapi, mana yang lebih baik, melakukan journaling secara fisik atau dalam bentuk digital?
Journaling secara fisik artinya kamu menulis tangan di buku atau catatan. Sedangkan, digital journaling artinya kamu memanfaatkan aplikasi dalam perangkat digital seperti desktop, ponsel pintar, ataupun tablet, untuk melakukan journaling.
Sebenarnya di antara keduanya, tidak ada satu jawaban mutlak terkait mana yang paling terbaik. Melainkan keduanya menjadi pilihan terbaik tergantung pada tujuan, gaya hidup, dan preferensi pribadi.
Tapi, berikut kami menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tipe journaling:
Manual Journaling

Karena manual journaling menggunakan buku fisik, maka kamu perlu menulis dengan tangan. Kelebihan utama dari journaling ini adalah membuat pengalaman journaling terasa lebih personal dan emosional, seakan benar-benar berbicara dengan diri sendiri.
Sementara itu, kekurangannya berada pada kemudahan untuk mengedit kembali dan mudah tercecer jika jumlahnya banyak. Risiko privasi juga menghantui karena jurnal fisik bisa dibaca orang lain jika tidak disimpan dengan aman.
Digital Journaling

Digital journaling memiliki kelebihan dalam kepraktisan. Kamu dengan mudahnya mengedit jika salah menulis, mudah untuk menemukan catatan lama, dan bisa diakses dimana saja.
Kekurangan digital journaling terletak pada adanya risiko distraksi digital dan ketergantungan teknologi. Mengetik juga terasa lebih mekanis, sehingga tidak sedalam menulis tangan dalam mengekspresikan emosi.
Nah, dari kedua metode journaling tersebut mana yang akan kamu coba? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, ini kemudian disesuaikan dengan preferensi setiap orang. Jadi, pastikan untuk menggunakan yang nyaman bagi diri kamu.
Ingin tahu lebih banyak tentang journaling? Ikuti event dan workshop journaling di @america. Masih banyak juga event seru lainnya yang bisa kamu temukan setiap hari di @america. Cek jadwal lengkapnya di sini!