Pernahkah kamu melihat foto yang begitu indah sampai membuatmu berhenti scroll? Atau mungkin kamu sendiri suka mengabadikan momen dengan smartphone?
Dibalik indahnya foto-foto yang ada di dunia, tahukah kamu bahwa mereka terbagi menjadi beberapa jenis?
Jenis fotografi memengaruhi gaya dan hasil sebuah fotografi seseorang. Jika kamu seorang pemula yang baru belajar atau sudah hobi fotografi sejak lama, mulai memahami jenis fotografi itu penting!
Yuk, kita kenali lebih dalam jenis-jenis fotografi yang paling sering digunakan!
1. Fotografi Portrait
Portrait adalah jenis fotografi yang fokus pada wajah atau ekspresi seseorang. Tujuan utamanya adalah menangkap karakter, kepribadian, dan emosi subjek foto.
Portrait bisa berupa close-up wajah, setengah badan, atau full body, tapi yang paling penting adalah fokus utama tetap pada mata dan ekspresi wajah.

Dalam portrait, teknik pencahayaan sangat berperan penting. Fotografer biasanya menggunakan pencahayaan yang lembut untuk menghasilkan foto yang flattering dan menyoroti fitur terbaik subjek. Teknik seperti shallow depth of field (bukaan lebar) sering dipakai agar latar belakang blur dan subjek jadi lebih menonjol.
Portrait cocok untuk berbagai keperluan, mulai dari foto profil profesional, foto keluarga, hingga foto fashion dan beauty. Banyak fotografer yang memulai karir mereka dari portrait karena jenis ini sangat diminati dan selalu dibutuhkan.
2. Fotografi Landscape
Landscape adalah seni mengabadikan keindahan alam dan pemandangan. Jenis fotografi ini menampilkan hamparan luas seperti gunung, pantai, hutan, sawah, atau bahkan pemandangan kota dari ketinggian. Tujuannya adalah menangkap kebesaran dan keindahan dunia di sekitar kita.

Untuk menghasilkan foto landscape yang memukau, komposisi adalah kunci utama. Fotografer sering menggunakan rule of thirds, leading lines, dan framing untuk menciptakan foto yang seimbang dan menarik.
Selain itu, penggunaan tripod dan bukaan kecil (f/11 atau lebih kecil) membantu menghasilkan foto yang tajam dari foreground hingga background. Foto landscape mengajarkan kesabaran karena kamu harus menunggu momen dan cahaya yang tepat untuk mendapatkan hasil terbaik.
3. Street photography
Street photography adalah jenis fotografi yang menangkap kehidupan sehari-hari di ruang publik. Jenis fotografi ini lebih fokus pada candid moment (momen spontan yang tidak direncanakan atau diatur).
Biasanya fotografer street berkeliling di jalanan, pasar, taman, atau area publik lainnya untuk menemukan cerita menarik dalam kehidupan urban. Foto yang diambil oleh salah satu fotografer AyoMotret Jakarta di bawah ini dapat menjadi contoh sempurna dari street photography. Foto ini memperlihatkan suasana High Line di New York dengan orang yang berlalu-lalang dan keluarga kecil yang bersantai.

Yang membuat street photography menarik adalah keasliannya. Foto-foto yang dihasilkan menampilkan emosi, interaksi sosial, budaya, dan dinamika kehidupan masyarakat apa adanya. Tidak seperti portrait yang diatur, street photography mengandalkan timing dan kepekaan fotografer terhadap momen yang berharga.
Untuk menguasai street photography, kamu perlu melatih observation skill dan berani untuk memotret di tempat umum. Gunakan kamera yang tidak terlalu mencolok agar subjek tetap natural. Banyak fotografer street menggunakan lensa fixed focal length seperti 35mm atau 50mm karena praktis dan menghasilkan foto yang natural.
4. Fotografi Arsitektur
Fotografi arsitektur adalah jenis fotografi yang mengabadikan bangunan dan struktur arsitektural. Fokus utamanya adalah menampilkan desain, bentuk, garis, tekstur, dan detail dari sebuah bangunan, baik eksterior maupun interior. Jenis fotografi ini membutuhkan pemahaman tentang perspektif dan komposisi yang kuat.
Salah satu tantangan dalam fotografi arsitektur adalah menghindari distorsi perspektif, terutama ketika memotret bangunan tinggi. Fotografer sering menggunakan lensa tilt-shift atau melakukan koreksi perspektif saat editing untuk memastikan garis vertikal tetap lurus dan tidak miring.

Fotografi arsitektur tidak hanya tentang mendokumentasikan bangunan, tapi juga tentang menampilkan karya seni dan kreativitas arsitek. Pencahayaan, angle, dan waktu pengambilan foto sangat mempengaruhi mood dan kesan yang dihasilkan. Foto arsitektur sering digunakan untuk keperluan promosi properti, portofolio arsitek, atau publikasi majalah desain.
Baca juga: 11 Bangunan Ikonik Amerika yang Wajib Diketahui
5. Fotografi Dokumenter
Foto dokumenter adalah jenis fotografi yang bertujuan untuk mendokumentasikan peristiwa, kondisi sosial, atau kehidupan masyarakat secara jujur dan objektif. Berbeda dengan fotografi komersial yang sering diatur dan dipercantik, fotografi dokumenter menampilkan realita apa adanya untuk menceritakan sebuah kisah atau menyampaikan pesan tertentu.
Jenis fotografi ini sering digunakan dalam jurnalisme, proyek sosial, atau dokumentasi sejarah. Fotografer dokumenter perlu punya empati dan kepekaan terhadap isu yang sedang didokumentasikan. Mereka juga harus bisa menjaga etika, menghormati privasi subjek, dan tidak memanipulasi situasi demi mendapatkan foto yang lebih dramatis.

Baca juga: Sejarah Patung Liberty
Fotografi dokumenter punya kekuatan untuk mengubah perspektif dan membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu penting. Karya-karya dokumenter yang kuat sering memicu perubahan sosial dan menjadi catatan sejarah yang berharga untuk generasi mendatang.
6. Fotografi Sinematik
Sinematik adalah gaya fotografi yang terinspirasi dari estetika film. Foto-foto sinematik punya karakteristik warna yang moody, komposisi yang dramatis, dan cerita yang kuat dalam satu frame. Jenis fotografi ini menggunakan teknik color grading khusus yang memberikan kesan seperti adegan dalam film.
Yang membedakan fotografi sinematik dari jenis lainnya adalah pendekatan storytelling-nya. Setiap foto dirancang untuk menceritakan atau mengisyaratkan sebuah narasi, lengkap dengan mood dan atmosfer tertentu. Fotografer sinematik sering menggunakan aspect ratio yang lebih lebar (seperti 2.35:1) untuk menciptakan kesan sinematik yang lebih kuat.
Pencahayaan dalam fotografi sinematik juga cenderung lebih dramatis, dengan penggunaan cahaya dan bayangan yang purposeful untuk menciptakan depth dan dimensi. Gaya ini sangat populer di media sosial dan sering digunakan untuk keperluan branding, fashion editorial, atau personal project yang ingin punya visual impact yang kuat.

Kesimpulan
Fotografi memiliki berbagai genre dan masing-masing menawarkan tantangan dan keindahan tersendiri. Dari portrait hingga sinematik, semua jenis fotografi ini memperkaya cara kita melihat dan mengabadikan dunia.
Kamu tidak harus menguasai semua jenis sekaligus. Cobalah eksplorasi berbagai genre untuk menemukan mana yang paling sesuai dengan minat dan passion-mu. Yang terpenting adalah terus berlatih, belajar dari karya fotografer lain, dan jangan takut untuk bereksperimen dengan gaya sendiri.
Jika kamu tertarik eksplor foto-foto di atas dengan koleksi yang lebih lengkap, kamu dapat mengunjungi pameran foto gratis yang menampilkan landscape New York City di Pacific Place, Jakarta. Event ini diselenggarakan oleh @america dari tanggal 23 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.
Siapa tahu, kunjungan ini bisa menginspirasi kamu untuk mulai atau terus mengembangkan skill fotografi sendiri!