Masyarakat saat ini memiliki stigma bahwa kulit sawo matang lebih cocok berpakaian dengan warna-warna ‘hangat’, sementara itu yang berkulit putih akan cocok dengan pakaian berwarna pastel. Apakah benar?
Menurut Polene Tan, Founder & Head Color Analyst Jakarta International Color Academy (JICAcademy) terdapat miskonsepsi dalam masyarakat terhadap stereotip warna kulit dengan pemilihan warna pakaian. Pemilihan warna pakaian yang tepat bukan hanya sekedar dari warna kulit saja, melainkan terdapat sejumlah aspek lain yang mempengaruhinya.
Untuk mengetahui warna-warna pakaian yang paling sesuai dengan karakteristik pribadi, kamu bisa menggunakan konsep personal color analysis. Ini merupakan sebuah metode yang membantu mengenali palet warna terbaik bagi setiap individu.
Apa Itu Personal Color Analysis?
Untuk mengetahui warna pribadi, dapat dilakukan dengan menganalisis sejumlah aspek, biasanya melalui: warna kulit, rambut, mata, dan urat nadi. Hasil dari analisis tersebut kemudian dicocokkan dengan kategori warna dalam personal color analysis untuk menentukan palet warna yang paling sesuai dengan karakteristik masing-masing individu.
Konsep personal color pertama kali dicetuskan oleh seorang seniman bernama Suzanne Caygill pada tahun 1940-an. Caygill percaya bahwa setiap orang punya warna uniknya tersendiri, sehingga berpakaian dengan warna yang tepat dapat meningkatkan penampilan.
Di tahun 1980-an, Carole Jackson yang mempopulerkan teknik fabric draping yang sampai sekarang digunakan untuk menganalisis warna pribadi. Teknik ini memanfaatkan potongan kain berwarna tertentu kemudian ditempatkan di dekat wajah di bawah pencahayaan alami.
Saat ini, personal color analysis juga semakin berkembang terutama di Korea Selatan. Di Indonesia sendiri sampai sekarang terdapat 20+ lembaga yang menyediakan jasa analisis warna pribadi.
Baca juga: Menguasai Pencahayaan Fotografi: Kunci Keindahan Foto
Manfaat Mengetahui Personal Color
Berikut adalah sejumlah manfaat dalam mengetahui warna pribadi:
1. Mendapatkan Warna yang Cocok untuk Berpakaian
Dengan mengetahui personal color, kamu akan lebih mudah menemukan warna yang membuat wajah terlihat segar dan memancarkan aura positif. Warna yang tepat juga membuat pakaian sederhana tampak lebih menarik.
2. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Ketika kamu mengenakan warna yang tepat, wajah akan terlihat lebih segar dan hidup. Efek tersebut membuat kamu merasa lebih nyaman dengan diri sendiri, sehingga rasa percaya diri pun meningkat.
3. Mengurangi Kelelahan dalam Mencari Pakaian yang Cocok
Mengetahui personal color memberikan panduan saat memilih pakaian. Kamu tidak perlu lagi mencoba banyak kombinasi yang kurang cocok atau menghabiskan waktu lama di depan lemari, berbelanja pun menjadi lebih efisien karena kamu lebih tahu warna mana yang sebaiknya dibeli dan yang dihindari.
4. Meningkatkan Personal Branding
Mengenakan pakaian dengan warna pribadi secara konsisten bisa menjadi ciri khas atau signature look yang membedakan kamu dari orang lain. Kesan visual ini menjadi bagian penting dari personal branding di dunia kerja untuk membentuk persepsi orang terhadap kamu.
Cara Melakukan Personal Color Test
Dalam acara @america Introduction to Personal Color Analysis pada tanggal 16 April 2025, para profesional dari Jakarta International Color Academy membagikan cara melakukan personal color test adalah dengan langkah-langkah berikut:
1. Cek Warna Nadi
Langkah pertama adalah melihat warna urat nadi di bawah cahaya alami atau senter. Ini merupakan upaya untuk menemukan undertone atau rona warna yang berada di bawah permukaan kulit.
Warna undertone berbeda dengan warna kulit (skin tone). Undertone tidak akan berubah meskipun warna kulit bisa berubah akibat perawatan ataupun paparan matahari.
Begini cara menentukan undertone:
- Jika warna nadi cenderung biru atau ungu, besar kemungkinan kamu memiliki cool undertone.
- Jika warna nadi terlihat hijau, kemungkinan besar memiliki warm undertone.
- Namun, jika sulit membedakan apakah urat nadi berwarna biru atau hijau, kemungkinan kamu berada di kategori neutral undertone.
2. Identifikasi Warna Natural Mata dan Rambut
Selanjutnya, kamu bisa memperhatikan warna alami mata dan rambut tanpa pewarna atau lensa kontak. Kombinasi warna alami mata dan rambut akan mempengaruhi kategori personal color palette kamu yang akan dibahas lebih lanjut pada bagian palet warna kulit di bawah.
3. Lakukan Tes Kontras
Test kontras merupakan cara untuk melihat seberapa banyak fitur alami kamu, seperti kulit, mata, dan rambut, menonjol satu sama lain. Untuk mengetahui tingkat kontras, kamu bisa mengambil foto selfie dalam cahaya alami lalu mengubahnya menjadi hitam dan putih.
Jika ada perbedaan besar di antara mereka, seperti rambut yang sangat gelap dengan kulit yang terang, kamu memiliki kontras tinggi. Sebaliknya, jika semua fitur berpadu lebih lembut, seperti rambut terang dengan kulit terang atau rambut gelap dengan kulit gelap, kamu memiliki kontras rendah.
4. Cek Kecocokan Logam Perhiasan
Langkah selanjutnya, coba pakai perhiasan emas dan perak secara bergantian di bawah cahaya alami. Jika perhiasan emas membuat kulit lebih sehat, berarti kemungkinan besar kamu memiliki warm undertone, sebaliknya jika perhiasan perak lebih membuat kulit terlihat segar, maka kamu cenderung memiliki cool undertone.
Baca juga: Laksmi Pamuntjak: Penulis Perempuan Indonesia yang Mendunia
Mengenal Palet Warna Kulit Berdasarkan Personal Color
Hasil dari langkah-langkah tersebut kemudian dapat diarahkan ke kategori musiman seperti Spring, Summer, Autumn, dan Winter. Setiap kategori tersebut memiliki karakteristik tertentu, begini penjelasannya:
1. Spring
Palet warna spring biasanya dimiliki oleh orang dengan warm undertone dan tingkat kontras yang cenderung tinggi atau sedang. Palet warna yang cocok meliputi warna-warna seperti peach, coral, kuning butter, hijau mint, dan biru turquoise.
2. Summer
Kategori summer identik dengan cool undertone dan kontras rendah hingga sedang. Karakter warna yang cocok untuk tipe ini adalah warna-warna lembut, dingin, dan sedikit abu-abu (muted) seperti biru pastel, lavender, dusty pink, soft teal, dan abu-abu kebiruan.
3. Autumn
Autumn memiliki warm undertone dengan karakter warna kaya, dalam, dan hangat seperti warna daun di musim gugur. Warna-warna yang cocok meliputi cokelat, olive, mustard, terracotta, burnt orange, dan hijau lumut.
4. Winter
Kategori winter biasanya memiliki warna cool undertone dan tingkat kontras tinggi. Palet warna yang cocok adalah warna-warna bold, tajam, dan jernih seperti merah marun, biru navy, emerald, fuchsia, dan hitam atau putih.
Dari informasi di atas, apakah kamu salah satu orang yang tertarik untuk melakukan personal color analysis juga? Untuk mencobanya, yuk, ikuti event personal color analysis @america selanjutnya, yang pastinya gratis dan terbuka untuk semua.
Selain event personal color analysis, masih banyak lagi event seru dari @america untuk kamu! Untuk selengkapnya, klik di sini untuk melihat jadwal event @america di bulan ini.



